Pelatihan Budaya Risiko (Risk Culture) dirancang untuk membangun kesadaran bahwa pengelolaan risiko bukan hanya menjadi tanggung jawab manajemen atau fungsi tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab setiap individu dalam organisasi. Budaya risiko yang kuat akan mendorong setiap pekerja untuk mampu mengenali potensi risiko, berkomunikasi secara terbuka, melaporkan insiden maupun kondisi tidak aman, serta berpartisipasi aktif dalam upaya pengendalian dan perbaikan berkelanjutan.
Daniel Syailendra Leonardo Salman Alfarisi merupakan praktisi dan konsultan manajemen risiko berbasis ISO 31000, penetapan risk appetite dan risk threshold, identifikasi dan penilaian risiko, serta penyusunan strategi mitigasi dan pengendalian risiko organisasi. Selama karier profesionalnya, beliau telah mendampingi berbagai organisasi dalam meningkatkan efektivitas tata kelola, kepatuhan, dan pengambilan keputusan berbasis risiko. Selain aktif sebagai konsultan, beliau juga berpengalaman sebagai trainer dan fasilitator berbagai program pelatihan di bidang Enterprise Risk Management (ERM), Risk Assessment, Internal Audit, Governance, Compliance, dan Sistem Manajemen ISO. Bidang Keahlian: Enterprise Risk Management (ERM) ISO 31000 Risk Management Risk Assessment dan Risk Register Risk Appetite, Risk Tolerance, dan Risk Threshold Governance, Risk & Compliance (GRC) Internal Audit dan Risk-Based Audit