Jenjang
Technical Specialist
Durasi Pelatihan
4 Hari (32 JP)
Tujuan
Peserta mampu menggunakan berbagai metode analisis dan tools keamanan pangan untuk melakukan identifikasi bahaya, analisis risiko, audit, validasi, serta penyusunan dokumentasi sistem.
Persyaratan
- Lulus Level 2
- Pengalaman minimal 1 tahun di bidang QA/QC/Produksi (disarankan)
Unit Kompetensi
- Melakukan Food Safety Risk Assessment
- Menyusun HACCP Plan
- Menentukan CCP
- Melaksanakan inspeksi
- Melaksanakan audit internal
- Melaksanakan Environmental Monitoring
- Melakukan Root Cause Analysis
- Melakukan Validation & Verification
- Menyusun dokumentasi
Materi Pelatihan
- Food Safety Risk Assessment
- HACCP Plan Workshop
- CCP Decision Tree
- Food Safety Inspection
- Internal Audit
- Environmental Monitoring
- Root Cause Analysis
- Statistical Process Control
- Validation & Verification
- Documentation
Metode Uji Kompetensi
- Written Exam
- Workshop
- Studi Kasus
- Project Assignment
- Presentasi
Gelar Sertifikasi
Certified Food Safety Analyst (CFSA®)
Hard Skills
- Food Safety Risk Assessment
- Penyusunan HACCP Plan
- Analisis bahaya
- Penentuan Critical Control Point (CCP)
- Penggunaan CCP Decision Tree
- Internal Food Safety Inspection
- Internal Audit
- Environmental Monitoring
- Root Cause Analysis (RCA)
- Statistical Process Control (SPC)
- Validation
- Verification
- Penyusunan dokumentasi sistem
- Analisis tren keamanan pangan
- Pengembangan tindakan korektif dan pencegahan (CAPA)
Soft Skills
- Critical thinking
- Analytical thinking
- Problem solving
- Presentasi teknis
- Fasilitasi diskusi
- Stakeholder communication
- Decision making
- Team coordination
- Influencing skill
- Systems thinking
- Continuous improvement mindset
- Coaching dasar
Life Skills
- Pengambilan keputusan berbasis data
- Pengelolaan proyek sederhana
- Organizational awareness
- Networking internal
- Manajemen perubahan
- Pengembangan diri
- Inovasi proses
- Manajemen risiko
- Berpikir strategis dasar
- Manajemen prioritas
Emotional Skills
- Self leadership
- Emotional resilience
- Adaptasi terhadap perubahan
- Pengendalian konflik
- Kecerdasan sosial
- Ketegasan
- Motivasi intrinsik
- Pengelolaan tekanan
- Kepercayaan diri sebagai analis
- Empati profesional
Competency Framework Food Safety Management yang disusun secara bertingkat dari level Awareness hingga Chief Food Safety Officer. Framework ini mengikuti perkembangan kompetensi dari awareness → operasional → teknis → sistem manajemen → spesialis industri → manajerial → eksekutif, sehingga dapat digunakan sebagai dasar kurikulum, matriks kompetensi, dan skema sertifikasi.