Jenjang
Supervisor / Internal Auditor
Durasi Pelatihan
5 Hari (40 JP)
Tujuan
Peserta mampu mengimplementasikan, memelihara, dan mengevaluasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan berdasarkan standar internasional.
Persyaratan
- Lulus Level 3
- Pengalaman minimal 2 tahun
Unit Kompetensi
- Implementasi ISO 22000
- Implementasi FSSC 22000
- Implementasi BRCGS
- Implementasi SQF
- Implementasi Codex HACCP
- Audit Internal
- Supplier Management
- Compliance Management
Materi Pelatihan
- ISO 22000
- FSSC 22000
- BRCGS
- SQF
- Codex HACCP
- Internal Audit
- Supplier Food Safety
- Compliance Management
Metode Uji Kompetensi
- Written Test
- Audit Simulation
- Presentasi
- Portofolio
- Wawancara
Gelar Sertifikasi
Certified Food Safety Management System Professional (CFSMSP)
Hard Skills
- Implementasi ISO 22000
- Implementasi FSSC 22000
- Implementasi BRCGS
- Implementasi SQF
- Implementasi Codex HACCP
- Audit Internal Sistem Manajemen Keamanan Pangan
- Supplier Food Safety Management
- Compliance Management
- Food Safety Documentation
- Corrective and Preventive Action (CAPA)
- Risk-Based Thinking
- Management Review
- Performance Evaluation
- Pengembangan sasaran keamanan pangan
- Continuous Improvement
Soft Skills
- Leadership
- Coaching
- Mentoring
- Audit communication
- Strategic communication
- Conflict management
- Delegation
- Team leadership
- Facilitation
- Decision making
- Organizational coordination
- Change management
Life Skills
- Kepemimpinan situasional
- Project management
- Pengelolaan tim
- Organizational planning
- Business communication
- Knowledge management
- Business awareness
- Pengembangan SDM
- Continuous learning
- Manajemen perubahan organisasi
Emotional Skills
- Emotional intelligence
- Executive presence dasar
- Resiliensi tinggi
- Empati organisasi
- Pengelolaan konflik
- Self motivation
- Relationship building
- Stabilitas emosi
- Pengaruh positif
- Kepercayaan diri sebagai supervisor
Competency Framework Food Safety Management yang disusun secara bertingkat dari level Awareness hingga Chief Food Safety Officer. Framework ini mengikuti perkembangan kompetensi dari awareness → operasional → teknis → sistem manajemen → spesialis industri → manajerial → eksekutif, sehingga dapat digunakan sebagai dasar kurikulum, matriks kompetensi, dan skema sertifikasi.