Jenjang Sertifikasi
Professional Soft Skill Level
Gelar Sertifikasi
CPSS
(Certified Professional Soft Skill)
Kategori
G. Kategori Soft Skill Pendukung
Tujuan Sertifikasi
Sertifikasi Certified Professional Soft Skill (CPSS) bertujuan untuk memastikan peserta memiliki kompetensi perilaku dan interpersonal yang diperlukan untuk bekerja secara efektif dalam organisasi. Peserta mampu membangun komunikasi yang efektif, bekerja sama dalam tim, menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, mengelola konflik, meningkatkan efektivitas pribadi, serta menerapkan sikap profesional dalam lingkungan kerja.
Sertifikasi ini dirancang sebagai kompetensi pendukung yang dapat diterapkan pada berbagai bidang profesi seperti Human Resource, Safety, Quality, Engineering, Management, Operations, dan fungsi bisnis lainnya.
Target Peserta
- Seluruh karyawan organisasi
- Fresh graduate
- Staff
- Officer
- Supervisor
- Team Leader
- Manager
- Profesional lintas bidang
- Calon pemimpin organisasi
Persyaratan Peserta
- Pendidikan minimal SMA/SMK atau sederajat.
- Tidak diperlukan pengalaman khusus.
- Bersedia mengikuti pelatihan dan asesmen kompetensi.
Durasi Pelatihan
3 Hari (24 JP)
Unit Kompetensi
Peserta mampu:
- Menerapkan komunikasi efektif di lingkungan kerja.
- Membangun hubungan kerja dan kolaborasi yang positif.
- Mengelola konflik secara konstruktif.
- Melakukan pemecahan masalah secara sistematis.
- Mengambil keputusan berdasarkan analisis.
- Mengelola waktu dan prioritas pekerjaan.
- Menunjukkan profesionalisme dan etika kerja.
- Membangun sikap kepemimpinan dan pengaruh positif.
Hard Skill (Kompetensi Teknis Pendukung)
Meskipun CPSS berfokus pada pengembangan soft skill, peserta tetap membutuhkan hard skill pendukung agar mampu bekerja secara sistematis.
- Teknik komunikasi profesional
- Teknik presentasi bisnis
- Teknik penulisan laporan dan email profesional
- Teknik fasilitasi rapat
- Teknik pemecahan masalah (Problem Solving Tools)
- Teknik pengambilan keputusan (Decision Making Tools)
- Teknik analisis akar penyebab (5 Why, Fishbone Diagram)
- Teknik manajemen waktu dan prioritas
- Teknik penyusunan rencana kerja (Action Plan)
- Teknik manajemen konflik
- Teknik negosiasi
- Teknik coaching dasar
- Teknik mentoring dasar
- Teknik kolaborasi lintas fungsi
- Dasar Project Management
- Dasar Continuous Improvement (PDCA)
Soft Skill (Kompetensi Interpersonal)
- Effective Communication
- Active Listening
- Public Speaking
- Presentation Skills
- Teamwork
- Collaboration
- Leadership
- Coaching
- Mentoring
- Negotiation Skills
- Conflict Resolution
- Problem Solving
- Critical Thinking
- Creative Thinking
- Decision Making
- Adaptability
- Customer Orientation
- Service Excellence
- Networking
- Influencing Skills
- Facilitation Skills
- Professional Etiquette
Life Skill (Kompetensi Pengembangan Diri)
- Self Management
- Personal Effectiveness
- Time Management
- Priority Management
- Goal Setting
- Self Discipline
- Accountability
- Productivity Management
- Work-Life Balance
- Stress Management
- Continuous Learning
- Learning Agility
- Personal Branding
- Career Planning
- Growth Mindset
- Organizational Awareness
- Professional Ethics
- Digital Collaboration
- Financial Awareness dasar
- Resilience dalam menghadapi perubahan
Emotional Skill (Kompetensi Kecerdasan Emosional)
- Self Awareness
- Self Regulation
- Emotional Intelligence (EQ)
- Emotional Control
- Empathy
- Compassion
- Emotional Resilience
- Confidence
- Positive Mindset
- Optimism
- Patience
- Respect for Others
- Integrity
- Trust Building
- Psychological Safety Awareness
- Managing Pressure
- Managing Anxiety
- Emotional Adaptability
- Constructive Feedback Acceptance
- Motivation & Self Motivation
Competency Framework Human Resource Management yang disusun secara bertingkat dari level Awareness hingga Executive Human Capital Leadership. Framework ini mengikuti perkembangan kompetensi dari administratif → operasional → spesialis → supervisor → manajerial → strategis, sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kurikulum, matriks kompetensi, dan skema sertifikasi.