CERTIFIED RISK MANAGEMENT OFFICER (CRMO)

CERTIFIED RISK MANAGEMENT OFFICER (CRMO)

CERTIFIED RISK MANAGEMENT OFFICER (CRMO)

Jenjang

Staf Senior / Officer

Durasi Pelatihan

5 Hari (40 JP)

Tujuan

Peserta mampu melakukan proses manajemen risiko secara lengkap mulai dari identifikasi hingga monitoring risiko.

Persyaratan

  •  Lulus CRMS atau 
  •  Pengalaman kerja minimal 1 tahun 

Unit Kompetensi

Unit 1

Menentukan Konteks Risiko

Unit 2

Melakukan Identifikasi Risiko

Unit 3

Melakukan Analisis Risiko

Unit 4

Melakukan Evaluasi Risiko

Unit 5

Menentukan Perlakuan Risiko

Unit 6

Menyusun Risk Register

Unit 7

Melakukan Monitoring Risiko

Unit 8

Menyusun Laporan Risiko

Materi Pelatihan

  1.  ISO 31000 Overview 
  2.  Risk Assessment 
  3.  Risk Register Development 
  4.  Risk Matrix 
  5.  Risk Treatment Plan 
  6.  Risk Monitoring 
  7.  Risk Reporting 
  8.  Workshop Penyusunan Risk Register 

Metode Uji Kompetensi

  •  Tes Tertulis 
  •  Wawancara 
  •  Praktik Penyusunan Risk Register 
  •  Presentasi Hasil Analisis Risiko 

Gelar Sertifikasi

Certified Risk Management Officer (CRMO)

Hard Skills

  •  Menentukan konteks risiko 
  •  Melakukan identifikasi risiko secara sistematis 
  •  Melakukan analisis risiko 
  •  Melakukan evaluasi risiko 
  •  Menyusun Risk Register organisasi 
  •  Mengembangkan Risk Matrix 
  •  Menentukan Risk Owner 
  •  Menyusun Risk Treatment Plan 
  •  Menentukan kontrol eksisting 
  •  Menilai efektivitas kontrol 
  •  Melakukan monitoring risiko 
  •  Menyusun laporan risiko 
  •  Menggunakan ISO 31000 
  •  Melakukan workshop identifikasi risiko 
  •  Menggunakan perangkat analisis risiko 

Soft Skills

  •  Analytical thinking 
  •  Critical thinking 
  •  Problem solving 
  •  Presentasi 
  •  Fasilitasi diskusi 
  •  Komunikasi bisnis 
  •  Kolaborasi lintas fungsi 
  •  Negosiasi dasar 
  •  Pengambilan keputusan 
  •  Perencanaan pekerjaan 
  •  Orientasi hasil 
  •  Manajemen prioritas 

Life Skills

  •  Manajemen waktu 
  •  Berpikir logis 
  •  Pengelolaan pekerjaan kompleks 
  •  Penyelesaian konflik sederhana 
  •  Kemampuan belajar berkelanjutan 
  •  Adaptabilitas 
  •  Penyusunan dokumentasi profesional 
  •  Literasi data 
  •  Manajemen informasi 
  •  Kedisiplinan profesional 

Emotional Skills

  •  Emotional regulation 
  •  Percaya diri profesional 
  •  Empati terhadap stakeholder 
  •  Ketahanan menghadapi tekanan kerja 
  •  Kematangan emosional 
  •  Kemampuan menerima kritik 
  •  Objektivitas 
  •  Pengelolaan stres 
  •  Kesadaran sosial 
  •  Integritas profesional

kompetensi perilaku (Competency Framework) yang disusun secara bertingkat sesuai perkembangan karier seorang profesional manajemen risiko. Setiap level mengalami peningkatan dari kemampuan operasional, teknis, analitis, kepemimpinan, hingga kemampuan strategis organisasi. Framework ini dirancang mengikuti progresi kompetensi dari operasional → teknis → supervisi → spesialis → manajerial strategis, sehingga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum, matriks kompetensi, jalur karier (career path), sistem penilaian kompetensi, maupun skema sertifikasi profesi di bidang manajemen risiko.