Certified Safety Risk Analyst (CSRA)

Certified Safety Risk Analyst (CSRA)

Panduan Lengkap

Jenjang

Senior Officer / Supervisor

Durasi Pelatihan

4 Hari (32 JP)

Tujuan

Peserta mampu menggunakan berbagai metode analisis keselamatan untuk mengevaluasi risiko dan menentukan pengendalian yang efektif.

Persyaratan

  • Minimal D3
  • Sertifikat CSO atau pengalaman minimal 2 tahun

Unit Kompetensi

  • Menyusun HIRADC
  • Menyusun Job Safety Analysis
  • Menggunakan Risk Matrix
  • Melakukan Root Cause Analysis
  • Melaksanakan Bow Tie Analysis
  • Menentukan pengendalian risiko

Materi Pelatihan

  • HIRADC
  • Job Safety Analysis
  • Bow Tie Analysis
  • Root Cause Analysis
  • Risk Matrix
  • Safety Audit Tools
  • Safety Observation

Metode Uji Kompetensi

  • Tes tertulis
  • Penyusunan HIRADC
  • Penyusunan JSA
  • Analisis studi kasus
  • Presentasi

Gelar Sertifikasi

Certified Safety Risk Analyst (CSRA)

Hard Skills

  •  Menyusun HIRADC 
  •  Menyusun Job Safety Analysis (JSA) 
  •  Menggunakan Risk Matrix tingkat lanjut 
  •  Melakukan Root Cause Analysis (RCA) 
  •  Melaksanakan Bow Tie Analysis 
  •  Menentukan pengendalian risiko berdasarkan Hierarchy of Controls 
  •  Menyusun Risk Register 
  •  Melakukan Safety Trend Analysis 
  •  Mengembangkan Safety Performance Indicator 
  •  Melaksanakan Safety Observation Program 
  •  Melakukan Incident Analysis 
  •  Menyusun rekomendasi pengendalian 
  •  Mengevaluasi efektivitas pengendalian 
  •  Menginterpretasikan data keselamatan 
  •  Menggunakan perangkat lunak analisis keselamatan 

Soft Skills

  •  Critical thinking 
  •  Analytical leadership 
  •  Decision making 
  •  Fasilitasi diskusi 
  •  Presentasi teknis 
  •  Team coordination 
  •  Stakeholder communication 
  •  Influencing skill 
  •  Systems thinking 
  •  Continuous improvement mindset 
  •  Negosiasi 
  •  Coaching dasar 

Life Skills

  •  Berpikir strategis dasar 
  •  Pengambilan keputusan berbasis data 
  •  Pengelolaan proyek sederhana 
  •  Manajemen perubahan 
  •  Pengembangan diri 
  •  Networking internal 
  •  Organizational awareness 
  •  Manajemen risiko 
  •  Inovasi berkelanjutan 
  •  Manajemen prioritas 

Emotional Skills

  •  Self leadership 
  •  Emotional resilience 
  •  Adaptasi terhadap perubahan 
  •  Pengendalian konflik 
  •  Kecerdasan sosial 
  •  Ketegasan 
  •  Motivasi intrinsik 
  •  Pengelolaan tekanan 
  •  Kepercayaan diri sebagai analis 
  •  Empati profesional

kompetensi perilaku (Competency Framework) yang disusun secara bertingkat sesuai perkembangan karier seorang profesional safety management. Setiap level mengalami peningkatan dari kemampuan operasional, teknis, analitis, kepemimpinan, hingga kemampuan strategis organisasi.  Framework ini dirancang mengikuti progresi kompetensi dari operasional → teknis → supervisi → spesialis → manajerial strategis, sehingga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum, matriks kompetensi, jalur karier (career path), sistem penilaian kompetensi, maupun skema sertifikasi profesi di bidang safety management.