Certified Sector Risk Management Specialist (CSRMS)

Certified Sector Risk Management Specialist (CSRMS)

Panduan Lengkap

Jenjang

Specialist

Durasi

10 Hari (80 JP)

Tujuan

Peserta mampu menerapkan manajemen risiko secara mendalam sesuai karakteristik sektor industri tertentu.

Persyaratan

  • Lulus CRMSV atau CRMSP
  • Pengalaman kerja minimal 3 tahun pada sektor terkait

Pilihan Konsentrasi

  • Risk Management for Manufacturing
  • Risk Management for Construction
  • Risk Management for Oil & Gas
  • Risk Management for Mining
  • Risk Management for Energy & Utilities
  • Risk Management for Healthcare
  • Risk Management for Food Industry
  • Risk Management for Logistics & Supply Chain
  • Risk Management for Financial Services
  • Risk Management for Information Technology & Cybersecurity
  • Risk Management for Government & Public Sector
  • Risk Management for Environmental and Sustainability

Unit Kompetensi

  • Mengidentifikasi risiko spesifik sektor
  • Melaksanakan risk assessment berbasis sektor
  • Menentukan pengendalian risiko sektor
  • Menganalisis kepatuhan terhadap regulasi sektor
  • Mengembangkan risk register sektoral
  • Menyusun indikator risiko sektor
  • Melakukan evaluasi efektivitas pengendalian
  • Menyusun laporan risiko sektoral

Metode Uji Kompetensi

  • Studi kasus sesuai sektor
  • Penyusunan risk register sektoral
  • Presentasi proyek
  • Wawancara teknis

Gelar Sertifikasi

Certified Sector Risk Management Specialist (CSRMS)

Hard Skill

  •  Enterprise Risk Management (ERM) berbasis sektor 
  •  Identifikasi risiko spesifik sektor industri 
  •  Sector-Based Risk Assessment 
  •  Risk Register Development 
  •  Key Risk Indicator (KRI) Development 
  •  Sector Compliance Assessment 
  •  Risk Treatment Planning 
  •  Control Effectiveness Evaluation 
  •  Risk Monitoring & Review 
  •  Risk Reporting & Dashboard 
  •  Regulatory Risk Analysis 
  •  Risk Data Analysis 
  •  Business Impact Assessment (BIA) 
  •  Risk Mapping dan Heat Map 
  •  Penerapan ISO 31000 sesuai sektor industri 
  •  Penggunaan perangkat lunak manajemen risiko (GRC/Risk Management Software) 

Soft Skill

  •  Technical communication 
  •  Stakeholder engagement 
  •  Analytical thinking 
  •  Critical thinking 
  •  Problem solving 
  •  Technical presentation 
  •  Cross-functional collaboration 
  •  Consulting skills 
  •  Facilitation skills 
  •  Report writing 
  •  Negotiation dengan pemangku kepentingan 
  •  Advisory skills 

Life Skill

  •  Strategic planning 
  •  Decision making berbasis data 
  •  Risk-based thinking 
  •  Time management 
  •  Project management 
  •  Continuous learning 
  •  Adaptability terhadap perubahan regulasi 
  •  Professional judgment 
  •  Organizational awareness 
  •  Business acumen 

Emotional Skill

  •  Emotional resilience 
  •  Self-awareness 
  •  Stress management 
  •  Adaptability dalam lingkungan berisiko tinggi 
  •  Confidence dalam memberikan rekomendasi 
  •  Objektivitas dalam analisis risiko 
  •  Integritas profesional 
  •  Accountability 
  •  Ketenangan saat menghadapi krisis 
  •  Growth mindset 

kompetensi perilaku (Competency Framework) yang disusun secara bertingkat sesuai perkembangan karier seorang profesional manajemen risiko. Setiap level mengalami peningkatan dari kemampuan operasional, teknis, analitis, kepemimpinan, hingga kemampuan strategis organisasi.   Framework ini dirancang mengikuti progresi kompetensi dari operasional → teknis → supervisi → spesialis → manajerial strategis, sehingga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum, matriks kompetensi, jalur karier (career path), sistem penilaian kompetensi, maupun skema sertifikasi profesi di bidang manajemen risiko.